Memulai freelance di tingkat global - Bagian 2

Irfan Yulianto
|
May 24, 2022

Alternatif freelance sebagai pekerjaan pertama

Freelance merupakan salah satu alternatif yang dapat menjadi pertimbangan sebagai freshgraduate. Karena pekerjaan seringkali membutuhkan pengalaman. Tidak jarang, saat freelance pun kita juga bisa mendapatkan pekerjaan fulltime dari perusahaan yang tertarik dengan kinerja kita saat freelance. Namun, adapula orang yang lebih nyaman meneruskan freelance sebagai profesi utama karena sifatnya fleksibel dan dapat diatur sesuai kebutuhan.

Freelance dengan minim kegagalan

Freelance merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan kemampuan kita dengan bernegosiasi langsung 1-on-1 dengan klien. Kemampuan seorang freelance tidak hanya dalam menyiapkan portofolio yang berkualitas. Tips dibawah merupakan pengalaman penulis mengamati prinsip kerja freelance dan terjun didalamnya :

Percaya dengan diri sendiri

Asumsi utama yang harus ada dalam pikiran kita adalah jangan pernah meragukan diri sendiri. Apa yang ada dalam diri kita merupakan pemberian Tuhan yang luar biasa. Sudah selayaknya kita percaya dan menghargai setiap pemberian itu dengan memberikan kepercayaan pada diri kita sendiri. Kita mampu lebih dari yang kita bayangkan.

Photo by Catalin Pop on Unsplash

Meningkatkan skill bahasa inggris

Bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang menghubungkan kita dengan orang seluruh dunia. Karena skala global, maka tentunya kita dapat menyerap informasi dan berbagi informasi dari seluruh dunia.

Photo by freestocks on Unsplash

Sepengalaman penulis, untuk freelance paling tidak kita sudah beradaptasi dengan membiasakan interaksi sehari-hari menggunakan bahasa inggris. Seperti membaca buku, film subtitel inggris dan sebagainya. Hal ini akan sangat membantu otak kita agar tidak kaget dalam meeting dengan klien ataupun membaca brief pekerjaan. Saran lainya adalah menonton film kesukaan kita dalam bahasa indonesia, saat kita sudah memahami konteks percakapanya bisa mencoba dengan subtitel bahasa inggris.

Selain itu, untuk minimal tidak perlu sampai bisa speaking. Kemampuan mendengar dan membaca sudah bisa mencukupi untuk freelance di skala global. Untuk menulis kita pun dapat dibantu oleh Google Translate dan Grammarly agar dapat menulis dengan baik.

Publikasikan karya

Mempublikasikan karya berarti telah mengupload portofolio pada media yang tepat. Media ini disesuaikan pada setiap bidang role masing-masing. Misalnya dalam desain ada Dribbble, Behance, dan sebagainya. Dalam menulis blog ada medium, atau untuk pekerjaan software engineer di Github.

Studi kasus iPusnas yang dipublikasikan di medium (Karya penulis)

Dalam studi kasus, penulis menunjukkan desain proses untuk menyelesaikan masalah iPusnas. Memilih metode dan tahapan yang tepat untuk mendapatkan solusi permasalahan pengguna. Proses ini yang biasanya membuat rekruter ataupun klien menjadi tertarik untuk mempercayakan proyek mereka pada kita. Kitapun dapat memilih bagian mana yang kita sukai, misalnya kalau suka bikin konten di youtube ataupun instagram. Sehingga rekruter akan mengetahui cara berpikir kita dan skillset dari karya kita.

Memberikan hasil terbaik untuk klien

Selama kita dipercaya pertama kali oleh perusahaan ataupun klien, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Karena impresi pertama sangat penting bagi klien untuk mendapatkan kepercayaan pada proyek-proyek lanjutan atau jangka panjang.

Photo by Sebastian Herrmann on Unsplash

Memberikan pekerjaan klien akan lebih lengkap jika kita juga memiliki respon yang cepat. Klien akan memberikan request revisi ataupun perubahan, semakin cepat respon kita akan memberikan nilai plus yang penting bagi klien. Selain itu professionalitas dan tanggungjawab harus dijalankan dengan baik meskipun sifat freelance lebih fleksibel. Deadline tepat waktu dan hasilnya berkualitas.

Memperluas jaringan di level global

Komunitas akan membantu dalam berbagai pertanyaan teknis maupun job link yang bermanfaat bagi kita. Komunitas biasanya didapatkan dari kursus tertentu misalnya Remote Worker Indonesia yang bisa kita masuki saat membeli kursus "Upwork" di Udemy. Komunitas Desain Melek Marketing bila ingin memperdalam Fiverr. Serta komunitas yang bersifat sukarela seperti IterateUX, GoogleUX mate, dan sebagainya.

Photo by Dylan Gillis on Unsplash

Komunitas memiliki karakter tersendiri, saran penulis adalah cari komunitas sesuai dengan role dan aktif. Komunitas yang aktif akan melahirkan berbagai program berkualitas yang bisa membuat kita beradaptasi sekaligus mendorong untuk mencoba apa yang sudah kita pelajari.

Upskill dan Upsell

Growth mindset sudah menjadi asumsi yang harus dimiliki oleh freelancer. Karena freelance merupakan pekerjaan yang dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Penyesuaian-penyesuaian kebiasaan kita sebelumnya untuk bekerja dari rumah terkadang membuat kita sulit untuk belajar. Maka, waktu belajar idealnya dapat diluangkan agar mampu meningkatkan skill ataupun kemampuan kita.

Photo by Green Chameleon on Unsplash

Freelance sebagai alternatif awal

Freelance juga tidak kalah menjanjikan seperti pekerjaan tetap bagi orang yang suka fleksibilitas kerja. Namun, setiap jenis pekerjaan juga memiliki resiko masing-masing. Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kita dalam berkarir di bidang masing-masing :)

Tulisan selanjutnya "Memulai freelance di tingkat global - Bagian 3" di artikel selanjutnya

Written by
Irfan Yulianto
Indonesia-based Product Designer who crafts minimal, useful and easy to use interfaces. A lifelong learner and passionate about how design and technology can make a good impact on people's lives