Mentorship adalah salah satu pilihan dalam belajar. Hal ini kita ketahui dari artikel sebelumnya yang membahas nilai penting dan kendala saat awal melakukan mentorship. Selanjutnya pada tulisan ini akan lebih fokus membahas bagaimana memaksimalkan mentorship yang bersifat jangka panjang. Agar dalam proses belajar dapat berjalan dengan maksimal.
Jika diamati, proses belajar mentorship ini cukup unik. Hal ini dikarenakan setiap orang punya gaya belajar yang berbeda. Contohnya dalam belajar desain produk, ada yang belajar melalui bootcamp, kursus online, buku, dan sebagainya. Mentor juga merupakan salah satunya, namun bersifat fleksibel dan teknis.
Dalam setiap mentorship yang penulis lakukan selama itu banyak sekali insight unik dan berbeda dari metode belajar yang lain. Pengalaman mentor dalam menyelesaikan berbagai masalah produk dapat menjadi petunjuk bagi setiap kebingungan dan cahaya ditengah kegelapan. Apa saja hal yang dilakukan agar mentorship bisa maksimal ?
Setiap awalan harus didasari niat dan komitmen yang kuat, termasuk dalam mentorship. Mentee yang harus lebih aktif dalam menyelesaikan tugas dan saran dari pembelajaran yang sudah dibuat.
.jpg)
Niat dan komitmen tidak harus seperti kontrak kerja. Karena hal ini berasal dari tujuan awal kita belajar dengan metode mentorship. Tidak semua orang beruntung dan mendapatkan mentor yang bisa membimbing kita. Selayaknya kita dapat memanfaatkanya dengan baik. Melalui berbagai keaktifan yang kita lakukan selama belajar dengan mentor. Seperti membuat rumusan masalah yang jelas dengan mentorship. Sehingga mentor pun dapat membantu kita saat kembali mereview portofolio, menjawab pertanyaan teknis, memberikan tips, saran dan berbagai masukan lainya.
Tidak jarang, banyak mentee yang kabur dari mentorship, tidak menyelesaikan tugas, menunda waktu. Terutama saat proses mentorship, hal ini karena setiap orang melalui fase belajar yang naik dan turun. Penulis juga pernah mengalami hal seperti ini, namun setelah melalui berbagai pengamatan dapat ditemukan jawaban.

Pertama, dengan memahami diri sendiri yaitu menguatkan kebutuhan dan nilai penting dari mentorship. Apa yang kita dapatkan selama mentorship ini untuk meningkatkan skill kita dan mendapatkan jawaban dalam setiap masalah belajar kita, jadi kita sendiri yang memulai dan seharusnya kita yang paling butuh. Menguatkan dalam diri bahwa jika mentorship ini bahwa kita beruntung bisa mendapat mentor serta dapat belajar jauh lebih cepat dari orang lain.
Kedua, menghargai mentor yang memberikan waktu untuk kita. Waktu yang mentor sediakan dalam mentorship juga terbatas, maka kita harus menghayati kembali dedikasi mentor untuk tujuan belajar kita. Mereka ada untuk bisa menyelesaikan masalah kita. Jika ada masalah pun kita bisa terbuka dan bercerita agar mengetahui asumsi mentee.
Ketiga, manajemen waktu yang baik. Selama proses belajar tidak jarang kita akan memiliki jeda saat belajar bersama mentor karena menyesuaikan kesibukan masing-masing. Atur jadwal belajar bersama mentor dengan baik, disesuaikan pada setiap kebutuhan belajar kita. Penulis menyarankan untuk membaca buku tentang Willpower (mengendalikan kefokusan). Buku ini akan banyak mengajarkan kita untuk lebih fokus dan mengurangi distraksi selama belajar.
Mentorship tidak langsung membuat mentee jadi ahli, sebaliknya mentor memberikan jalan cahaya saat kita bertemu jalan yang gelap. Kita sendiri yang tetap harus berjalan dan mencari jalan yang lain. Mentor hanya akan mendorong kita sembari kita mampu menemukan jalan terbaik yang kita pilih sesuai tujuan belajar kita.