Bagaimana memilah sumber belajar yang tepat

Irfan Yulianto
|
April 23, 2022

Peranan sumber belajar dalam berbagai kebutuhan

Era digital menjanjikan kebutuhan belajar yang beragam dan beragam. Kita sering menemukan banyak sumber di sekitar kita bahkan bisa mengetahui hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Sangat berbeda dengan era sebelum digitalisasi belum terbentuk saat ini, dimana mendapatkan sumber belajar cukup rumit dan membutuhkan usaha ekstra.

Dampak lain dari bentuk digitalisasi saat ini memiliki sisi positif dari koin. Terutama jika kita dapat memanfaatkan sumber belajar sesuai dengan kebutuhan kita. Namun, seringkali banyak dari kita yang terkadang bingung dalam memilih sumber belajar yang tepat. Karena banyaknya sumber belajar yang membuat kita kewalahan atau mengikuti rasa penasaran kita. Akibatnya, sumber belajar seringkali tidak dimanfaatkan atau bahkan tidak diterapkan secara optimal. Sehingga berdampak pada tidak tercapainya tujuan kita pada awalnya. Pengalaman ini juga dialami penulis saat melakukan studi mendalam untuk mempelajari desain produk digital.

Kita perlu lebih bijak dalam memilah sumber belajar yang dapat memberikan keseimbangan dalam kebutuhan kita. Jika Anda seorang desainer berpengalaman, tentunya dengan sumber belajar yang seimbang, Anda bisa menjadi ahli dalam mendesain produk yang nyaman bagi pengguna. Dalam tulisan ini, penulis ingin memperdalam penyebab ketidakmampuan kita memilah sumber belajar dan mendapatkan tips memilih sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Sumber belajar

Sumber dalam KBBI berarti tempat keluar (air atau cairan) sedangkan belajar seseorang berusaha untuk memperoleh kecerdasan atau pengetahuan; 2 berlatih 3 mengubah perilaku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Jika kita amati, sumber adalah awal atau asal dari sesuatu. Misalkan dikaitkan dengan belajar, erat kaitannya dengan bagian depan atau kepala belajar dari suatu hal. Bisa dari orang yang ahli, terlatih dan berpengalaman. Namun, sumber belajar tidak hanya terbatas pada objek seperti buku, artikel, video, dan sebagainya. Namun lembaga pendidikan yang kita pilih juga termasuk sebagai bagian dari sumber belajar.

Secara umum, kita memahami bahwa kredibilitas adalah asumsi awal sumber belajar. Jadi sumber belajar bermakna selama tempat belajar itu kredibel karena berasal dari orang-orang yang telah mencapai tujuan pembelajaran, berpengetahuan, terlatih, dan berpengalaman. Sehingga membuat kita juga akan mencapai tujuan yang ingin kita capai, seperti asal atau pembuat ilmu; jika tidak, maka sumber belajar tidak sesuai fungsinya;

Photo by Martin Péchy on Unsplash

Mengapa kita sulit memilih sumber belajar

Dari pengalaman penulis, tidak mudah untuk memilih sumber belajar karena pada awalnya kita tidak memiliki tujuan akhir atau hasil belajar. Penulis kembali mengingatkan sosok Habibie yang memiliki prinsip dalam memilih profesi sebagai pembuat pesawat atau konseptor. Habibie tidak serta merta belajar dan mengikuti kurikulum yang ada dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, beliau mengunjungi pesawat dan melakukan pengamatan mendalam. Dia tahu bagaimana realitas menjadi pesawat terbang. Mengetahui hal tersebut, Habibie menjadi transparan tentang siapa yang membutuhkan ilmu untuk menghasilkan output di depan matanya. Ia akhirnya bisa menentukan pilihan di tempat pendidikan, sumber belajar hingga praktikum apa yang harus ia ikuti hingga ia mampu mencapai tujuan akhir pembelajaranya sebagai seorang konseptor pesawat.

Setelah menyadari hal tersebut, penulis mengemukakan bahwa seringkali kita tidak memiliki arah dalam belajar dan hanya mengikuti kurikulum yang ada. Kurikulum ada karena diteliti secara umum dan untuk kebutuhan umum. Sementara itu, setiap orang adalah unik dan berbeda. Bukan berarti kita tidak perlu mengikuti kurikulum, tetapi kita perlu lebih dikontekstualisasikan sesuai dengan kebutuhan kita sendiri. Selain itu, kita terkadang tidak terlatih memiliki prinsip dan kemampuan mengambil keputusan, termasuk sumber belajar di lembaga pendidikan. Hal ini dapat kita amati dari angka putus sekolah, dan kesenjangan antara jurusan perguruan tinggi dengan dunia nyata.

Pak Habibie pun, setelah menggali hasil mimpinya, membuat roadmap pembelajaran pribadi. Tidak hanya di lembaga pendidikan tetapi juga selama kegiatan sehari-hari seperti membaca koran, buku, dll, disesuaikan dengan roadmap pembelajarannya. Jangan hanya mengandalkan materi pembelajaran dalam perkuliahan.

Tips memilih sumber belajar yang tepat

Dari refleksi diatas penulis mendapatkan beberapa poin pembelajaran yaitu :

Output akhir belajar

Dalam mempelajari sesuatu, terus menerus memperdalam apa tujuan akhir pelajaran yang ingin kita capai. Misalnya, Anton ingin menjadi produk desainer digital, maka ia harus tahu bagaimana produk yang dihasilkan oleh desainer sebelumnya. Dengan memperdalam produk, Anton akan memahami realitas produk dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahunya serta memperdalam prosesnya. Tidak hanya itu, Anton juga mengetahui seberapa besar dampak yang akan dirasakan pengguna saat mengetahui efeknya saat produk tersebut digunakan. Proses ini akan dipecah sebagai sumber belajar.

Mempelajari bagaimana proses output dihasilkan

Sumber belajar dari output akan memungkinkan kita untuk mengamati bagian-bagian dari produk. Seperti bagaimana melakukan penelitian, proses desain, uji coba kepada pengguna, berkolaborasi dengan tim, dll. Gambaran dari roadmap yang telah dibuat akan menghasilkan gambaran besar tentang kurikulum untuk membantu kita memilih teknik pembelajaran, seperti memilih tempat pendidikan, kursus, kamp pelatihan, dan berbagai sumber belajar lainnya

Mendetailkan roadmap belajar

Peta jalan gambaran umum yang luas dirinci sesuai dengan kebutuhan kita. Apakah Anda perlu pergi ke sekolah atau perguruan tinggi dengan tujuan akhir seperti itu? Jadi, misalnya, buku spesifik apa yang harus saya pelajari secara mendalam? Bagaimana spesialisasi saya di bidang desain produk? Buku apa yang harus saya baca untuk membantu memperdalam kurikulum yang ada? Praktik apa yang harus saya ikuti untuk mengontekstualisasikan pengetahuan saya sesuai dengan masalah yang dihadapi?. Pertanyaan-pertanyaan di atas dapat membantu kita menyampaikan sumber belajar yang sesuai di akhir pelajaran.

Teguh pendirian dan belajar memilih keputusan

Kita tidak bisa kaku dalam penerapannya dalam proses pembelajaran. Karena bisa jadi kebutuhan belajar dapat berubah dalam konteks pembelajaran. Hal ini menuntut kita untuk lebih fleksibel dalam pendidikan tetapi tetap teguh dan tidak mengikuti tren. Hal ini karena kita murni mencapai tujuan awal yang telah ditetapkan dan tidak terpengaruh oleh pendapat orang lain. Selain itu, kita juga bisa melatih untuk membuat keputusan sederhana. Keputusan seleksi yang terus diperkenalkan akan membuat kita lebih percaya diri dalam menentukan pilihan. Mengingat, dengan memilih, kita telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan menurut berbagai variabel diri kita dan lingkungan kita.

Tidak membandingkan proses dengan orang lain

Gambaran teknis sudah lebih tergambar, maka kita tinggal berfokus pada pengembangan diri untuk mencapai tujuan pembelajaran kita secara spesifik. Tidak perlu membandingkan proses kita dengan orang lain yang telah lebih dulu sukses. Hal ini tinggal masalah waktu, karena orang tersebut sudah mempelajari lebih awal. Apabila kita mampu konsisten dalam menjaga ritme belajar, kita pun akan mampu mencapai diri kita yang lebih baik dari sebelumnya. Karya-karya kecil kita akan bermunculan dan hingga mampu menghasilkan karya-karya besar untuk masyarakat.

Refleksi

Pembelajaran yang tepat sebagaimana yang dapat kita pelajari dari pengalaman penulis yang kesulitan memilih sumber belajar. Serta contoh dari Bapak Habibie dalam keberhasilanya memilih sumber belajar semoga dapat memberikan hikmah bagi pembaca untuk selalu memilih sumber belajar yang tepat. Tak lupa, untuk selalu berdo'a dalam memulai pembelajaran agar setiap usaha kita juga senantiasa diiringi dengan niat yang baik dan tulus.

Written by
Irfan Yulianto
Indonesia-based Product Designer who crafts minimal, useful and easy to use interfaces. A lifelong learner and passionate about how design and technology can make a good impact on people's lives